Contact us

Fadel sarankan buat kerjasama China dan Amerika untuk poros maritim

ASIKSAJA.COM - Nasional | Mantan menteri kelautan di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono, Fadel Muhammad memberikan saran tiga hal kepada pemerintahan Jokowi yang berambisi menjadi poros maritim dunia.

Indonesia dengan mayoritas wilayahnya adalah laut, mempunyai potensi yang sangat besar jika digarap dengan benar. Bagi politisi dari Gorontalo ini, jika potensi kelautan digarap dengan benar maka dapat menyumbangkan APBN 23%.

Lebih lanjut Fadel menyebutkan tiga saran tersebut antara lain, Indonesia perlu membuat kerja sama dengan negara-negara besar dibidang riset kelautan. Untuk keperluan ini negara-negara yang bisa digandeng adalah Tiongkok dan Amerika.

“Pertama, kita harus betul-betul punya riset dan studi yang besar di Indonesia, dan itu bisa bekerja sama dengan Amerika dan Tiongkok,” ujar Fadel di Jakarta pada Senin (27/10).
Bagi Fadel, Tiongkok dan Amerika selama ini mempunyai riset yang besar di bidang maritim. Oleh sebab hal ini akan memperkuat kemampuan riset Indonesia.

Pada saran kedua, perlunya memperkuat sektor pendidikan dibidang maritim. Fadel telah mengidentifikasi terdapat 11 perguruan tinggi yang fokus ke penelitian maritim dan ini haruslah diperkuat.

“Yang kedua adalah kita mesti perkuat sekolah-sekolah mengenai ilmu kelautan di beberapa perguruan tinggi. Dulu saya identifikasi ada 11 perguruan tinggi,” lanjut wakil ketua umum Partai Golkar ini.

Sedangkan saran terakhir, menurut Fadel, perlunya kemauan untuk membuat kebijakan yang memang mendukung perkembangan sektor maritim.

“Sekarang political will sudah mulai ada, untuk itu harus disambut dengan baik,” tandasnya.

Menurut Fadel pemerintahan sekarang harus sadar betul bahwa potensi kelautan Indonesia sangat besar, karena dilaut bukan hanya ikan saja. Tetapi ada juga potensi akan minyak, gas, dan sekarang juga ada emas dan batu baru.

“Malahan ada juga logam-logam mulia yang lain di dalam laut. Di dasar laut itu ada kekayaan macam-macam. Menteri Kelautan dan Perikanan serta Menko Kemaritiman harus menyadari bahwa potensi dasar laut Indonesia sangat besar,” pungkasnya.[lelank]